Pengalaman Pribadi
Bandung,
15 Februari 2014
Salam Sejahterah bagi
kita semua.
Alasan saya ingin
menulis cerita yaitu saya ingin berbagi pengalaman saya baik tentang kehidupan
saya, baik tentang perkuliahan saya, bahkan tentang cinta pertama saya bersama
seseorang. Pertama saya akan menceritakan tentang cinta pertama saya dengan
seorang wanita yang sangat saya sayangi sampai akhirnya hubungan kami pun
berakhir.
Awalnya bermula ketika
saya berpacaran dengan seorang wanita sebut saja inisial nya R. Hubungan kami
sangat baik dan pada akhirnya hubungan kami pun berakhir karena hubungan kami
tersebut sangat menentang hukum adat dan agama kami. Setelah saya putus dari R
saya ingin mencoba kembali untuk mencari seorang wanita yang akan saya pacari.
Bermula nya saya mencoba mencari wanita tersebut dari media sosial yaitu
facebook. Setelah saya mencoba mencari dari facebook akhirnya saya menemukan
seorang wanita yang menurut saya sesuai dengan kriteria saya, saya pun
menyimpan no hp wanita tersebut dan mencoba untuk pendekatan (PDKT) sama wanita
tersebut. Pada akhirnya saya mengetahui tentang kehidupan dia, dan ternyata dia
adalah 1 daerah dengan saya. Sebut saja inisial nya A.
Dan terkejut nya lagi
ternyata si A tersebut masih dalam 1 ikatan gereja dengan saya. Pada suatu hari
saya kembali ke daerah saya, saya mengajak dia untuk bertemu secara langsung.
Saya menentukan tempat di mana saya dengan dia akan bertemu, dan dia pun
bersedia bertemu secara langsung dengan saya. Akhirnya pun kami bertemu secara
langsung. Dan saat itu juga saya menembak dia untuk menjadi pacar saya, karna
sebelumnya kami sudah terlalu dekat meskipun melalui via SMS. Setelah saya
menembak dia, akhir nya dia pun bersedia menjadi pacar saya tepat nya 24 JULI
2011. Kami pun menjalani hubungan tersebut sampai pada akhir nya ada suatu
perubahan dalam diri A. Dia yang dulu nya peduli terhadap saya tapi saat itu
mulai berkurang, kenapa saya bilang berkurang? Dulu nya sebelum saya memulai
sms dengan dia, dia sudah lebih dulu sms saya, ya contoh simpel nya seperti itu.
Tapi saya gak mau berprasangka buruk dulu terhadap dia, saya mengambil
kesimpulan mungkin dia sedang sibuk-sibuk nya di sekolah. Oh ya saya lupa
mengatakan bahwa kami masih dalam masa sekolah dan umur kami berbeda 2 tahun.
Kita lanjut saja ya, suatu hari saya sms dia tapi sms saya pun tidak di balas
dengan dia, dan saya pun mencoba untuk telfon dia dan juga tidak di angkat
dengan dia. Dan saya pun mulai merasa jengkel dengan dia karena 1 harian penuh
itu tidak ada kabar dari dia. Saya merasa tidak di anggap sebagai pacar dia di
hari itu. Pada besok nya akhir nya dia sms dan minta maaf dengan saya karena
tidak ada kabar seharian dari dia. Saya pun mencoba untuk telfon dia, karna
kalau kami bertemu langsung pun tidak bisa, sebab saya bersekolah di luar daerah
saya. Akhirnya telfon saya di angkat dan saya pun marah-marah ke A karena
terlalu kesal nya. Setelah marah-marah saya mencoba untuk mereda kemarahan
saya. Sampai akhir nya saya minta maaf kepada si A karena saya sudah
marah-marah ke dia. Saya mencoba menjelaskan atas kemarahan saya dan dia pun
memaklumi nya.
Akhirnya hubungan kami
pun berjalan dengan baik seperti semula. Pada suatu hari saya mencoba membuka
facebook si A, dan ternyata banyak banget dia berkomentaran dengan
mantan-mantan nya. Saya pun merasa cemburu melihat itu semua. Pada akhirnya
pertengkaran pun terjadi lagi. Hubungan kami selalu banyak pertengkaran yang
terjadi karen di sebabkan banyak faktor.
Pada suatu hari tiba
saat nya hari yang sangat di tunggu oleh umat kristiani yaitu NATAL. Sebelum
Natal datang, umat kristiani sudah membuat acara untuk menjelang Natal.Kami pun
sangat senang karena kami lebih banyak bertemu secara langsung di acara Natal
tersebut. Sampai pada akhirnya nenek saya memberitahukan kepada saya bahwa dia
akan mengajak saya liburan ke Bali. Saya pun sangat senang di ajak liburan ke
Bali. Tapi saya harus permisi terlebih dahulu kepada si A bahwa saya akan pergi
liburan ke Bali. Pada suatu hari tiba lah Natal di gereja si A tepatnya 20
Desember 2011. Saya pun datang ke gereja si A untuk melihat dia tampil dalam
suatu acara drama. Setelah dia selesai mengisi acara dia pun duduk di sebelah
saya. Saya sangat senang sekali pada saat itu, dan di pertengahan acara saya
langsung mengatakan apa yang saya ingin katakan. Saya permisi dari dia untuk
liburan ke Bali karena saya di ajak nenek saya, dan dia pun mengijinkan saya
untuk liburan ke Bali. Saya sangat senang sekali karena sudah mengertiin saya.
Tiba penutupan acara Natal di gereja si A. Saya pun pamit untuk pulang ke rumah
saya. Tiba waktu nya saya yang harus pergi ke Bali, saya pun memberi kabar
kepada si A kalau sekarang saya harus pergi tapi melalui via SMS, dan dia pun
membalas sms saya dan mengatakan “ oke dan hati-hati di jalan ya, jika sudah
sampai kabari ya” dan saya pun membalas nya “ oke sayang dan jika sudah sampai
pasti saya kabari”. Tiba waktu nya, saya pun berangkat dengan nenek saya dan
ternyata kami pergi ke bogor terlebih dahulu ke tempat paman saya yang ada di
Bogor. Kenapa kami harus pergi ke Bogor terlebih dahulu? Karena paman saya
mengatakan kita akan ke Bali naik travel agar kita bisa melewati kota-kota lain
seperti Bandung,Yogyakarta,Surabaya dan
lain-lain. Saya pun terima-terima saja. Saya pun menjelaskan juga kepada si A
agar dia tidak beranggapan kalau saya tidak peduli dengan dia selama saya
liburan. Tiba waktu nya untuk berangkat ke Bali. Dalam perjalanan saya sangat
menikmati touring kami itu, kami berangkat pada dini hari. Setelah dalam
pertengahan jalam matahari pun terbit dan saya melihat sudah pukul 6 pagi. Saya
pun membangunkan si A melalui via SMS, meskipun saya pergi libuan saya tetap
memberi kabar kepada si A. Setelah beberapa hari perjalan kami pun tiba di kota
Yogyakarta dan kami pun singgah ke tempat orang tua tante saya. Karena tante
saya berasal dari Yogyakarta. Setelah 1 malaman di Yogya kami pun melanjuti
perjalan kami menuju Bali. Saya pun masih memberi kabar kepada si A. Dalam
perjalanan tepat nya 24 Desember 2011 pukul 00.01, si A pun menelepon saya dan
mengatakan “Happy five month ya”, saya mengatakan sebaliknya kepada dia akan
tetapi saya mengatakan kepada nya “kalau ingin telfon nanti saja ya, karena
nenek dan paman saya belum tidur, gak enak kita telfonan, sedangkan posisi kita
masih bersekolah” dan dia pun mengatakan “ya sudah lah” tapi dengan nada
seperti orang lagi kesal. Posisi saya saat itu sangat bingung sekali, di satu
posisi saya ingin bertelfonan dengan dia, tapi di posisi lain nenek dan paman
saya belum tidur juga di saat itu. Sungguh saya sangat bingung dan akhirnya
saya pun tidak melakukan apa-apa di malam itu. Tiba pagi nya ketika kami lagi
beristirahat untuk sarapan, saya langsung ke belakang untuk menelepon si A,
tetapi tidak di angkat si A, saya pun mencoba untuk sms si A untuk menjelaskan
semua nya, akan tetapi ternyata tidak ada respon sama sekali dari dia. Saya pun
kesal kenapa selama ini saya selalu ngertiin kondisi dia tetapi kenapa dia
tidak mengerti kondisi ku saat itu juga. Tiba waktu nya kami melanjutkan
perjalanan, saya pun masih mencoba untuk memberi kabar kepada si A dan akhirnya
si A membalas sms dari saya dan begitu saya buka sms dari dia, sungguh saya
sangat kecewa melihat isi sms dari dia, saya mencoba untuk menjelaskan semua
nya tapi tetap saja tidak menerima penjelasan dari saya. Saya pun merasa kesal
sekali dengan sikap si A seperti itu kepada saya. Sampai kami tiba di Bali,
saya mencoba untuk sms dia untuk mengatakan kalau saya sudah sampai di Bali.
Dan lagi-lagi isi sms dari dia sangat membuat saya kecewa, saya merasa kalau
saya seperti tidak liburan saat itu, ingin rasa nya kembali ke daerah saya
secepat mungkin. Saya mencoba kembali untuk sms dia dan isi sms dia pun “ Dari
tanggal 24 Desember kemarin Aku Ingin Putus dan di tanggal itu juga aku tidak
menganggap kau sebagai pacar ku lagi”. Setelah saya membaca isi sms dari dia
seperti itu ke saya, entah kenapa air mata saya keluar begitu saja. Saya pun
mencoba untuk tidak menganggu dia dulu, karena saya beranggapan mungkin dia
lagi kesal kepada saya. Saya mencoba menghibur diri dengan pergi ke pantai Kuta.
Selama di pantai, saya masih terbayang-bayang dengan isi sms dari dia, dan saya
pun mencoba pergi kafe-kafe yang ada di Bali untuk melupakan isi sms dari dia,
dan ternyata usaha saya itu pun gagal juga, saya pun masih terbayang-bayang isi
sms dari dia. Setelah itu saya mencoba untuk pulang dan melamunkan diri di atas
tempat tidur. Tiba-tiba muncul pertanyaan dalam diri saya “ Kenapa dia
megatakan di tanggal 24 Desember 2011 tepat nya 5 bulan hubungan kami kalau dia
sudah ingin putus dari saya, apakah ada orang lain di balik ini semua?” dan
saya pun mengambil handphone saya dan mencoba membuka facebook si A, dan
ternyata ada seorang laki-laki yang memberi perhatian kepada si A dan saya pun
kesal ternyata laki-laki tersebut adalah adik teman saya sendiri. Hati saya pun
merasa kesal sekali saat itu. Dan tiba akhirnya kami pun kembali ke Bogor dan
saya serta nenek saya pun kembali ke daerah asal kami. Setiba nya di daerah
asal kami, besok nya mama saya mengajak ke suatu acara komplek perumahan tempat
teman mama saya, dan saya pun menyetujui ajakan mama saya tersebut. Setiba di
tempat tujuan kami, saya melihat adik teman saya itu, saya pun memanggil nya,
dan dia pun menjumpai saya. Saya mencoba untuk meminta penjelasan dari dia, dan
dia pun menjelaskan semua nya, ternyata si A hanya sekedar curhat dengan dia
dan si A pun menceritakan kepada adik teman saya bahwa dia sudah mempunyai
pacar. Dan saya pun sangat terkejut sekali mendengar berita itu dan terkejut
nya lagi mereka sudah jadia dari tanggal 29 Desember 2011, 5 hari setelah putus
dari saya, dan yang buat saya lebih terkejut lagi, pacar nya si A itu adalah sahabat saya sendiri.
Bandung, 19 Februari 2014
Begitu saya mengetahui
kalau si A mempunyai pacar yaitu sahabat saya sendiri, saya merasa gak nyangka sekali
kalau sahabat saya itu bisa lakukan hal seperti itu. Awalnya saya tidak
percaya, tapi begitu saya selidiki, ternyata apa yang di katakan adik teman
saya itu semua benar. Pada suatu hari saya meminta kepada si A untuk bertemu
dengan saya secara langsung, karena saya ingin minta penjelasan dari si A.
Akhirnya si A pun bersedia untuk meluangkan waktu nya untuk bertemu dengan
saya, begitu kami bertemu, saya langsung saja untuk meminta kepada si A untuk
menjelaskan hubungan nya dengan sahabat saya itu. Si A pun menjelaskan nya,
akan tetapi saya tidak bisa menerima begitu saja dari penjelasan si A, dia
mengatakan kalau saya tidak memperdulikan dia waktu saya liburan kemarin. Saya
pun menjelaskan apa yang saya lakukan waktu saya liburan kemarin, dari posisi saya
dalam perjalanan ketika dia menelepon saya, kemudian saya menjelaskan juga
kalau saya masih memperdulikan dia dengan sms si A untuk menanyakan keadaan si
A dan apakah si A sudah makan atau belum?. Akan tetapi si A tidak menerima
semua penjelasan dari saya tersebut. Akhirnya pun si A untuk tetap berpisah
dari saya. Saya masih belum bisa menerima keputusan dia seperti itu, tapi jika
itu keputusan yang terbaik untuk si A, saya pun menerima saja. Selang beberapa
hari, saya tidak sengaja membuka facebook si A, dan terlihat lah foto berdua
mereka lagi makan di mall. Kecemburuan saya menjadi meningkat dan pada akhir
nya saya ingin membalas kepada mereka supaya mereka dapat mengetahui apa yang
aku rasakan. Akhirnya saya mengambil foto mereka berdua yang lagi makan itu,
kemudian saya share ke facebook saya dengan mengedit foto mereka dan membuat
kata-kata yang tidak menyenangkan. Setelah saya berbuat demikian, akhirnya
pacar si A menelepon saya, dan dia mengatakan “Woi apa nya maksud mu buat
seperti itu”, dan saya pun menjawab nya “Bagaimana rasa nya? Itu belum seberapa
apa yang aku rasakan yang telah kalian perbuat ke aku”, dan akhirnya pacar si A
pun tidak menerima itu semua, dan akhirnya pacar si A menantang saya untuk
berkelahi dengan dia, dan saya pun menerima tantangan tersebut. Pada suatu
hari, tibalah hari H untuk kami berkelahi, saya pun menjumpai pacar si A
tersebut. Setiba nya di lokasi, kami membuat perjanjian jika siapa kalah, dia
harus minta maaf, dan pacar si A pun menyetujuinya, akhirnya perkelahian itu
pun terjadi, dan pacar si A pun kalah, dan dia pun konsisten dengan perjanjian
tadi, dia pun meminta maaf kepada saya, dan akhir nya kami pun beranjak untuk
pulang. Begitu saya tiba di rumah, si A pun menelepon saya, dan memaki-maki
saya karena dia tidak menerima kalau pacar nya di hajar oleh saya. Ternyata
saya salah untuk melakukan itu semua, ternyata si A semakin benci kepada saya.
Saya pun terus meminta maaf kepada si A, sampai pada akhirnya si A pun tetap
tidak memaafkan saya. Pada suatu hari saya lulus dari masa SMA saya, saya pun
melanjutkan perkuliahan di perguruan
tinggi swasta di daerah kota kembang tepat nya 3 september 2012. Selang 1 bulan
saya di kota kembang, saya mencoba kembali untuk telfon si A untuk meminta maaf
atas perlakuan saya terhadap pacar nya itu, dan akhirnya si A pun mau memaafkan
saya, saya pun merasa senang, setelah itu kami pun mulai dekat kembali dan
akhirnya kami pun CLBK, karena dia mengakui kalau dia sudah putus dengan pacar
nya itu. 1 hari kami CLBK, besok nya saya mencoba untuk sms si A tetapi tidak
ada balasan dari dia, dan saya pun mencoba untuk menelepon dia, tetap saja
tidak ada respon dari si A. Saya mengambil kesimpulan, mungkin dia sedang
sibuk, dan saya pun akan mencoba esok nya hari. Tiba hari H saya mencoba untuk
sms si A, tetapi sms saya tidak terkirim kepada si A, saya mencoba untuk
telfon, ternyata nomor HP dia tidak aktif, saya coba lagi esok-esok hari, akan
tetapi tetap saja seperti kemarin-kemarin. Ternayata dia menghilang begitu saja
dari kehidupan saya. Saya pun merasa kesal dan merasa kalau saya hanya di
manfaatkan oleh dia. Begitu lama saya tidak berkomunikasi dengan dia, akhir nya
si A menelepon saya, saya sangat terkejut sekali tiba-tiba dia datang kembali,
saya pun mengangkat telfon dari dia dan dia pun mengatakan kalau dia sedang
sibuk sekali kemarin-kemarin, tetapi saya tidak begitu saja mempercayai alasan
dia. Pada suatu hari saya mencoba untuk membuka facebook si A, dan ternyata dia
sudah mempunya pacar baru lagi. Begitu saya melihat facebook si A yang sudah
mempunyai pacar baru, saya pun mengeluarkan air mata, dan akhirnya saya
memutuskan untuk tidak mengenal dia lagi, saya berusaha untuk mencoba tetapi
sia-sia saja, saya tetap saja tidak bisa melupakan si A, karena baru ini lah
saya sangat merasakan orang yang saya sayangi atau bisa di katakan orang si A
lah cinta pertama saya.
Pada suatu hari libur
masa perkuliahan yang begitu lama sampai 2 bulan, saya pun kembali ke daerah
saya tepat nya 1 Juli 2013. Setiba di rumah orang tua saya, esok hari nya saya
membantu pekerjaan papa saya. Selang membantu papa saya, saya mencoba memberi
kabar kepada si A kalau saya sudah di rumah orang tua saya dan saya pun meminta
kepada si A untuk menjumpai saya, dan si A pun bersedia untuk menumpai saya.
Saya merasa senang sekali bertemu dengan dia karena selama 1 tahun kami tidak
bertemu karena saya melanjutkan perkulian di daerah yang jauh yang memisahkan
antar pulau. Setelah kami bertemu, kami pun jalan, makan bareng, dan kami pun
nonton bareng. Sampai akhirnya, waktu saya untuk liburan akan berakhir, dan
saya pun meminta si A untuk bertemu dengan saya untuk terakhir sebelum saya
kembali ke kota kembang untuk melanjutkan perkuliahan saya, dan si A pun
menyetujui nya. Akan tetapi saya ingin menghabiskan waktu 1 harian dengan si A
untuk jalan-jalan keliling kota di daerah di mana saya masih dalam bangku SMA,
jika saya naik angkot, kemungkinan tidak bisa untuk berkeliling di kota
tersebut, dan pada akhirnya, saya mencoba meminta ijin kepada orang tua saya
untuk memakai mobil papa saya, dan orang tua saya pun memberikan ijin kepada
saya untuk memakai mobil mereka. Saya pun senang sekali, karena apa yang saya
impikan terkabul juga. Saya pun bergegas menjemput si A di sekolah nya, karena
dia masih duduk di bangku SMA, begitu dia kelar dari sekolah, kami pun akhir
nya jalan, seperti, makan bareng, happy-happy, tapi di waktu sela makan, kami
mengalami keributan. Awal muncul nya keributan di antara kami berdua yaitu
ketika saya meminjam HP si A. Saya berani untuk meminjam HP si A karena kami
berdua sudah CLBK kembali, akan tetapi si A tidak memberikan HP nya untuk saya
pegang, saya pun merasa curiga dengan sikap si A seperti itu dan saya pun
mengatakan kepada si A”kenapa gak di kasi pinjam HP kamu ke saya, apakah ada
sms cowok lain” dan si A pun tidak menerima perkataan saya sampai akhirnya
terjadi lah keributan di antara kami berdua. Saya pun memutuskan untuk kembali
ke mobil, dan si A pun mengikuti saya dari belakang dengan jarak jauh. Setiba
di mobil si A langsung menangis karena dia tidak menerima sikap saya yang saya
tinggalkan dia di saat lagi makan. Akhirnya saya pun mengalah karena tidak kuat
melihat dia nangis seperti itu, saya mencoba menyuruh dia masuk ke dalam mobil
supaya kami bisa ngomong berdua di dalam mobil tanpa ada yang mengetahui kalau
kami lagi berantam. Dan akhirnya keributan itu pun hilang karena saya minta
maaf kepada si A atas sikap saya seperti tadi terhadap dia. Kami pun
melanjutkan perjalanan kami supaya tidak habis oleh waktu. Sampai pada sore
hari, saya pun mengantarkan si A pulang.
Selama perjalanan
menuju pulang, kami ngobrol banyak hal dan saya pun meminta kepada nya untuk
tidak melakukan hal-hal yg sudah lewat seperti dia menghilang begitu saja,
sampai pacaran sama sahabat saya sendiri. Setiba di daerah si A dan sebelum dia
beranjak untuk keluar dari mobil, saya pun pamitan sama si A karena esok hari
saya harus kembali ke kota kembang untuk melanjutkan perkuliahan saya. Dan si A
pun mengatakan “ Hati-hati di jalan nanti ya, saat mau pulang ke rumah orang
tua dan hati-hati di jalan ya saat mau kembali ke kota kembang”. Saya pun
merasa senang dengar perkataan dia seperti itu, akhirnya kami pun berpisah, si
A beranjak keluar dari mobil dan saya pun kembali pulang ke rumah orang tua
saya, dalam perjalanan saat saya untuk pulang ke rumah orang tua saya, si A
menelepon saya dan menanyakan “ sudah sampai belum?” dan saya pun menjawab “
belum nih, sebentar lagi sampai kok” dan si A pun membalas nya dan mengatakan “
hati-hati di jalan ya” dan saya pun menjawab “ iya sayang, terima kasih ya”.
Dan tiba hari H untuk saya kembali ke kota kembang tepat nya 15 September 2013,
saya pun sms si A untuk pamit dan saya pun pamitan dengan keluarga saya .
Selang menunggu pesawat tiba, saya dengan si A masih sms an dan akhirnya
pesawat yang jurusan saya pun tiba dan saya pun pamitan terakhir kali nya
kepada si A. Selang waktu perjalanan selama 2 jam, akhirnya saya pun tiba di
kota kembang, setiba nya di kota kembang saya pun memberikan kabar kepada si A
kalau saya sudah sampai di tujuan dengan selamat. Selang beberapa hari, saya
pun menjalani kehidupan saya di kota kembang seperti biasanya. Akan tetapi
tidak lupa terus menerus berkomunikasi dengan si A. Pada suatu hari, ketika
saya bangun tidur di pagi hari, tiba-tiba si A menelepon saya dan dia pun
mengatakan kalau dia ingin putus karena orang tua nya tidak menyetujui hubungan
kami berdua dan saya pun merasa terkejut dan tidak tahu kenapa air mata ku
kembali menetes. Saya mencoba untuk telfon si A di siang hari di saat saya sudah
kelar dalam perkuliahan, dan ternyata alasan nya tetap, bahwa orang tua nya
tidak menyetujui hubungan kami berdua. Saya tidak percaya dengan alasan si A
seperti itu, saya pun mencoba untuk membuka facebook si A dan ternyata si A mempunyai pacar baru lagi. Karena saya
tidak menerima atas perbuat dia seperti itu terhadap saya, saya pun mencoba
untuk menelepon si A dan meminta penjelasan kepada si A apa maksud si A semua
ini?. Dan si A pun mengatakan kepada saya bahwa dia tidak bisa untuk menjalani
hubungan jarak jauh (LDR) dan saya pun tidak menerima begitu saja karena waktu
kami jalan berdua di daerah asal saya, dia tidak ada mengatakan seperti itu
kepada saya, tapi kenapa begitu saya kembali ke kota kembang ini, dia
mengatakan seperti itu kepada saya. Saya menjelaskan seperti itu kepada si A
dan si A pun tetap ingin putus dari saya. Saya pun kembali mengeluarkan air
mata saya karena untuk kedua kalinya si A mempermainkan saya. Dan saya pun
memutuskan untuk tidak mengenal dia lagi dan tidak berkomunikasi dengan si A.
Tepat pada tahun baru 1 Januari 2014 sampai saat ini tepat nya 19 Februari 2014
kami pun lost contact (putus komunikasi). Meskipun kami putus komunikasi, saya
tetap memantau dia dari facebook nya, hanya sekedar ingin tahu perkembangan dia
dengan pacar baru nya itu, karena sampai saat ini saya masih sayang banget sama
si A. Cerita ini belum berakhir ya teman-teman, karena belum ada perasaan sesuatu dalam diri saya sendiri tentang si A, dan tetap saya masih merasakan ada rasa sayang kepada si A.